Hari ini manusia semakin mudah menilai orang lain.
“Dia toxic.”
“Red flag banget.”
“Manipulatif.”
“Gaslighting.”
“Cringe.”
“Cap.”
Istilah-istilah baru terus muncul. Sebagian memang membantu manusia mengenali hubungan yang tidak sehat.
Tetapi ada satu bahaya baru di zaman modern:
manusia terlalu sibuk mencari red flag di luar… sampai lupa memeriksa red flag di dalam dirinya sendiri.
Padahal hubungan yang rusak tidak selalu dimulai dari orang lain.
Kadang masalahnya ada pada dialektika batin yang tidak sehat.
Di dalam diri manusia ada banyak suara:
- nafsu ingin dipuaskan,
- ego ingin dimenangkan,
- hati ingin diyakinkan,
- akal ingin membenarkan,
- trauma ingin dilindungi.
Lalu semuanya berbicara bersamaan.
Akibatnya, manusia sering salah membaca realitas.
Yang posesif dianggap perhatian.
Yang manipulatif dianggap cinta.
Yang membuat candu dianggap “vibes cocok”.
Yang menenangkan hati malah terasa membosankan.
Mengapa?
Karena batin yang belum selesai sering tertarik pada hal-hal yang juga tidak selesai.
Maka sebelum sibuk berkata:
“Dia red flag.”
Mungkin ada baiknya bertanya:
- apakah aku juga egois?
- apakah aku juga haus validasi?
- apakah aku juga manipulatif?
- apakah aku juga ingin dicintai tanpa mau bertumbuh?
- apakah aku juga sedang memakai orang lain untuk menutupi kekosongan?
Karena red flag paling berbahaya bukan selalu manusia lain.
Tetapi batin yang gelap… namun merasa dirinya paling benar.
Di era algoritma, manusia makin mudah membaca psikologi orang lain.
Tetapi makin jarang membaca dirinya sendiri.
Padahal jika batin di dalam sehat, manusia akan lebih tenang mengenali mana yang tulus dan mana yang palsu.
Red flag di luar mungkin tidak selalu bisa dihindari.
Tetapi jangan sampai ada red flag yang tumbuh diam-diam di dalam diri sendiri.
—
Untuk memeriksa bagaimana dialektika batin bekerja dan bagaimana peta batin mempengaruhi cara kita melihat manusia:
https://literasi.nalareka.id/pintu-nalareka/
Untuk membaca novel-novel Nalareka tentang manusia, batin, relasi, algoritma, dan takdir:
https://literasi.nalareka.id/novel-nalareka/
Untuk melihat dapur pemikiran Nalareka:
https://literasi.nalareka.id/dapur-nalareka/
Dan untuk ikut membaca pola manusia modern melalui survei: